Tadarus Puisi Ramadhan "Mata Luka Sengkon Karta" oleh Peri Sandi Huizache
https://youtu.be/MLTOdvXz3Vg Sengkon dan Karta adalah dua orang petani yang berdomisili di Desa Bojongsari, Bekasi. Mereka memiliki hidup layaknya petani, sederhana, biasa saja, menambah benih, kemarau, hujan, sampai sawah menguning, merasa untung walau sedikit-sedikit, tapi kadang banyak pula letih, didalam puisi ini penulis juga menceritakan kekejaman Pki kepada 6 jendral dan 1 perwira Mata Luka Sengkon Karta. Serupa maskumamba. Ubuh mengantarkan bujangan hidup. Kecapi dalam suara sunyi menyendiri. Ubuh dan kecapi membalut nyeri. Menyatu dalam suara genting. Terluka, melukai, luka-luka mengaga akibat ulah manusia. Terengah-engah dalam tabung dan selang. Aku seorang petani bojongsari menghidupi mimpi. Dari padi yang ditanam sendiri. Kesederhanaan panutan hidup. Dapat untung dilipat dan ditabung. 1974 tanah air yang kucinta berumur 29 tahun. Waktu yang muda bagi berdirinya sebuah negara. Lambang garuda dasarnya. pancasila undang-undang 45. Merajut banyak peristiwa. Peralihan kep...